Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Stories & Articles’ Category

Bismillahirrahmanirrahim..

Segala puji bagi Allah yang masih menghidupkan daku, yang masih mengizinkan urat2 nadi ku berdenyut, jantungku untuk berdegup, kakiku untuk berjalan, mata ku untuk melihat, telingaku untuk mendengar, tanganku untuk menulis serta menaip. Selawat dan salam buat junjungan besar Nabi Muhammad SAW serta sahabat2 dan keluarga2 baginda yang bersusah payah memperjuangkan Islam dengan begitu peritnya.

Entah mengapa jiwaku meronta. Aku wanita inginkan kebebasan dalam setiap apa yang ingin ku lakukan. Bukanlah kebebasan yang bertentangan dengan syariat agamaku. Tapi kebebasan untukku bersuara. Kebebasan untukku menjadi apa yang ingin orang lain impikan. Janganlah kerana diri ini yang lemah kau anggap daku tidak punya perasaan. Hatiku bisa terusik oleh kata-kata yang amat menyakitkan. Aku tertanya-tanya, mengapakah tiada lagi yang menjadikan wanita itu layak di hormati? Mengapakah tiada lagi yang menjadikan wanita itu sebagai permata di segenap ruang hati yang bergelar lelaki? Bukan niatku sebagai wanita untuk di sanjung. Dan bukan juga niatku untuk mendapatkan sesuatu tempat yang tinggi yang aku juga tidak pasti apakah aku layak ataupun tidak. Cuma, hatiku meronta ingin di lepaskan dari bebanan yang mencengkam jiwa. Aku tidak meminta untuk mendapat tempat teratas mahupun di bawah kalian. Tapi aku ingin berada di samping kalian supaya kalian bisa memimpin ku. Menjadikan ku seorang yang boleh memanfaatkan setiap sudut kenikmatan yang telah di anugerahi kepada wanita sepertiku.

Ya benar. Wanita sepertiku tidak lari dari sifat egoistik yang memuncak. Bukanlah kerana aku ingin di pimpin oleh syaitan untuk menguasai sifat itu. Bukanlah niat ku untuk membongkak atas tingginya martabatku yang telah di janjikan olehNya bilamana aku menjadi seorang wanita yang solehah. Tapi, aku ingin menjaga maruahku! Aku tidak ingin jika diriku mudah untuk dipijak, diperdaya, dan di aniaya oleh manusia seperti kalian. Aku tidak rela diriku di jatuhkan dengan pelbagai fitnah yang boleh menjadi kemurkaan-Nya kepadaku. Mengapakah kalian tidak memahami hati ini? Mengapakah kalian tidak bisa membantu diri ini? Apakah dengan kelemahan diri ini memudahkan kalian untuk mempergunakan kami? Bagaimanakah agaknya bila ibu kalian, kakak kalian atau adik perempuan di perlakukan oleh orang seperti kalian??? Sanggupkah kalian?? Ya benar. Aku lemah, malah memang telah di ciptakan bahawa aku seorang yang lemah tapi aku juga punya kekuatan yang luar biasa. Bilamana di bandingkan antara kalian, kalian tidak dapat mengatasi kekuatanku ini. Iaitu SABAR. Hatiku yang serapuh kaca bisa di baik pulihkan oleh sifatku yang penyabar. Daku punya sifat yang sabar malah mudah memaafkan orang lain. Sabar itulah satu-satunya kekuatan yang menjadi penenang jiwaku. Biarpun daku tidak layak mendapat kebahagiaan di dunia ini, tapi aku yakin akan janjiNya, bahawa Dia sentiasa bersama dengan orang yang sabar..

Tidak ada sesiapa pun wanita di dunia ini yang tidak ingin diberi perhatian. Aku, seorang wanita tetap menginginkan perhatian. Janganlah kalian terkejut bila aku katakan bahawa setiap wanita menginginkan dirinya diperlakukan seperti kanak-kanak. Ingin disayangi, ingin dibelai, dimanjai, didengar, diajar, dipimpin malah tidak harus di kasari. Sebagaimana kanak-kanak itu ibarat kain yang putih dan ibu bapa yang harus mencorakkannya. Begitulah juga dengan wanita sepertimana diibaratkan wanita ini adalah sebagai tulang rusuk yang bengkok. Maka kalian lah yang bisa meluruskannya. Itulah yang daku maksudkan. Bukanlah daku tidak mengizinkan kalian untuk menegurku tapi tolong jangan berlaku kasar kepadaku kerana ia mungkin bisa menimbulkan luka dalam hati. Bila wanita sepertiku mendapat luka yang mendalam, ia tetap terpahat dan menimbulkan bekas yang mencengkam. Benar, diriku selalu di selubungi oleh sifat sensitif yang mendalam. Kadang-kadang juga emosional yang menggunung. Tapi dengan satu pujukan sahaja bisa mencairkan hati ku yang beku sepertimana ais di cairkan oleh air panas. Betapa lembutnya hati seorang yang bernama wanita..

Justeru aku merayu, bantulah insan-insan sepertiku. Entah mengapa hatiku semakin terusik. Semakin sensitif sejak akhir-akhir ini. Jiwaku ingin meronta. Kami tidak ada sesiapa melainkan kalian. Kalian lah pemimpin kami. Dan kepada kalian lah kami bergantung. Bantulah kami. Pimpinlah kami ke arah keredhaan-Nya. Berikan sepenuh ketulusan dalam jiwa kalian untuk membimbing kami untuk kejayaan, tetapi bukan menggunakan kesempatan di sebalik kelemahan kami. Sedarkan kami dari lena yang penuh dengan kelalaian. Jangan biarkan kami di gelar ‘rosak’ di sebabkan oleh kepercayaan kami atas penipuanmu, oleh kasih sayangmu yang dusta tetapi tidak pernah menunjukkan kami ke jalan yang benar. Jadilah seperti junjungan besar Muhammad yang amat mencintai dan menghargai orang-orang sepertiku tanpa melemparkan dusta dan fitnah untuk menghancurkan maruahku.

Janganlah kalian mengharapkan wanita semulia Fatimah Az-Zahra andai dirimu tidak sehebat Saidina Ali Karamallahuwajhah..

Read Full Post »

2008_11_18t183108_450x297_us_primate_indonesia

WASHINGTON (Reuters) – On a misty mountaintop on the Indonesian island of Sulawesi, scientists for the first time in more than eight decades have observed a living pygmy tarsier, one of the planet’s smallest and rarest primates.Over a two-month period, the scientists used nets to trap three furry, mouse-sized pygmy tarsiers — two males and one female — on Mt. Rore Katimbo in Lore Lindu National Park in central Sulawesi, the researchers said on Tuesday.

They spotted a fourth one that got away.

The tarsiers, which some scientists believed were extinct, may not have been overly thrilled to be found. One of them chomped Sharon Gursky-Doyen, a Texas A&M University professor of anthropology who took part in the expedition.

“I’m the only person in the world to ever be bitten by a pygmy tarsier,” Gursky-Doyen said in a telephone interview.

“My assistant was trying to hold him still while I was attaching a radio collar around its neck. It’s very hard to hold them because they can turn their heads around 180 degrees. As I’m trying to close the radio collar, he turned his head and nipped my finger. And I yanked it and I was bleeding.”

The collars were being attached so the tarsiers’ movements could be tracked.

Tarsiers are unusual primates — the mammalian group that includes lemurs, monkeys, apes and people. The handful of tarsier species live on various Asian islands.

As their name indicates, pygmy tarsiers are small — weighing about 2 ounces (50 grammes). They have large eyes and large ears, and they have been described as looking a bit like one of the creatures in the 1984 Hollywood movie “Gremlins.”

They are nocturnal insectivores and are unusual among primates in that they have claws rather than finger nails.

They had not been seen alive by scientists since 1921. In 2000, Indonesian scientists who were trapping rats in the Sulawesi highlands accidentally trapped and killed a pygmy tarsier.

“Until that time, everyone really didn’t believe that they existed because people had been going out looking for them for decades and nobody had seen them or heard them,” Gursky-Doyen said.

Her group observed the first live pygmy tarsier in August at an elevation of about 6,900 feet.

“Everything was covered in moss and the clouds are right at the top of that mountain. It’s always very, very foggy, very, very dense. It’s cold up there. When you’re one degree from the equator, you expect to be hot. You don’t expect to be shivering most of the time. That’s what we were doing,” she said.

(Editing by Sandra Maler)

Read Full Post »